DUNIA pendidikan kita kembali dirundung duka. Hasil dari pengumuman ujian nasional benar-benar
mengejutkan banyak pihak –terutama orangtua siswa, guru, kepala
sekolah, dan siswa bersangkutan.
Pasalnya, jumlah siswa yang tidak lulus meningkat drastis. Ujian
nasional tingkat SMA (dan sederajat) 2010 terjun bebas mencapai 89,88%
–kalau dibandingkan angka kelulusan ujian nasional 2009: 94,85%. Tak
mustahil, jika dari 1.522.162 peserta, ada 154.079 peserta yang harus
mengikuti UN ulang pada 10-14 Mei. Siapa yang patut disalahkan dalam
kasus ini?
Tentu ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi keterpurukan angka
kelulusan tersebut. Salah satunya adalah kopetensi guru. Memang, setiap
orang bisa menjadi guru. Tetapi, tak bisa disangkal jika tidak semua
orang mampu menjadi guru yang baik, mengobarkan semangat, memberi
inspirasi, memancarkan energi, mencerahkan, sekaligus menanamkan
pengaruh yang luar biasa sehingga bisa membekas sepanjang hidup di benak
anak didik.
Padahal guru yang mampu menginspirasi dan mencerahkan itulah yang saat
ini dibutuhkan di negeri ini, karena guru semacam itu akan mengantarkan
kesuksesan siswa di kelak kemudian hari dan membawa kemajuan bangsa.






0 komentar:
Posting Komentar